Aku terlahir dalam keadaan menangis dan orang-orang di sekeliling
pun tersenyum menyambut kehadiran ku. Saat ku mulai berteriak dengan tangisan
khas, merekapun mengajariku untuk tersenyum, tertawa bahagia. Mereka
mengajarkan ku a kan artinya kehidupan. Dengan nyanyian indahnya, aku pun
tertidur dalam dekapannya. Mereka berusaha untuk selalu menenangkan agar ku
tidak terbangun dan menangis . betapa nyamannya dekapan ini, inilah cinta yang
harusnya aku nikmati. Adakah saat ini, kita merasakan cinta sejauh ini ?
Merekapun mengajari ku berjalan, mereka membimbingku, meskipun
sempat terjatuh berkali-kali, namun waktu yang lama pun mengubahku dan akhirnya
aku bisa berjalan sendiri. Kata Ibuku,
cinta itu indah, dan adanya aku adalah cinta yang tumbuh. Apa itu cinta ? dalam
benakku pun menginginkan jawaban itu semua.
Masa kecil, ada kalanya bermain dan bercanda dengan
sahabat-sahabat. Aku bahagia dengan semua ini. Memiliki sahabat-sahabat yang
begitu menyenangkan. Hari-hari selalu aku habiskan dengan bermain dan
kebersamaan belajar di Sekolah dengan sahabat-sahabatku. Dan saat itu aku
berkata kepada Ibuku “Ibu, aku jatuh cinta, aku mencintai mereka
(sahabat-sahabatku)”. Dan Ibuku berkata, “Iya Nak, cinta itu memang indah,
kalian saling mencintai, maka jangan saling bermusuhan ya!. Aku berpikir, ooo
yaa... sekarang aku tahu, apa itu cinta. Cintaku adalah sahabat-sahabatku.
Aku berpikir, aku sudah menginjak dewasa. Aku ingin mencari
kehidupanku yang katanya cinta itu begitu indah. Sekarang aku mengenal pacaran.
Inikah yang dinamakan cinta itu? Mencintai laki-laki yang buat aku bahagia.
Namun, waktu terus berjalan. Akupun merasakan sakit di saat orang
yang aku cintai mengkhianati ku, dia bilang dia sudah tidak mencintaiku lagi,
dia bilang dia mencintai wanita lain. Kenapa cinta harus ada akhir? Saat itu
aku benar-benar sakit, aku malu pada Ibu. Saat aku bahagia aku lupa dengan Ibu,
apakah aku harus bercerita tentang kesedihanku ini pada Ibuku? Aku pun hanya
bisa menangis. Dan ternyata, Ibuku mendekapku, Ibu merasakan apa yang aku
rasakan tanpa aku harus menceritakannya. Ibuku selalu mendekapku, Ibuku
menghapus airmata ku, Ibu menenangkanku. Akupun seakan merasakan cinta Ibu yang
begitu dahsyatnya. Semenjak kejadian itu, aku sadar cinta adalah dekapan Ibu
yang paling hangat.
Bagaimana kita saat didera dengan rasa sakit yang begitu dahsyatnya
melebihi cinta kita kepada sosok yang kita puja. Belajarlah memahami diri
sendiri. Ada baiknya kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena cinta
murni adalah cinta kita kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita saat
terpuruk sekalipun. Bahkan Dia akan selalu ada saat kita butuhkan. Dia akan
menghadirkan orang-orang yang akan menghibur kita. Dia adalah sahabat kita.
Berceritalah kepada orang yang akan kamu percayai. Beruntunglah kalian yang
masih memiliki sahabat yaitu orang-orang yang akan terus ada di saat kita susah
dan saat kita bahagia. Tanpa pernah kalian sadari, makna sahabatpun adalah cinta
tulus